Selasa, 20 Januari 2015

Linimasa Saya dengan Pita Magnetik



Sabtu malam yang lalu teman saya posting foto di socmed, foto tumpukan kaset bekas. Dan kita sama-sama punya memori tentang satu kaset Betrayer yang bertajuk “04”, satu band Thrash metal yang hebat di tahun 90-an. Dari sana saya mulai ingin sedikit mengingat-ingat kaset dan musik apa yang mewarnai masa kecil saya dulu.

“Duh, kenapa jadi sentimentil ?”

Di rumah saya sebenarnya tidak ada tape recorder tetapi ayah saya masih memiliki beberapa kaset, yang saya tau musik-musik pop dan beberapa saya lihat ber-genre heavy metal itu pun saya tau karena dicantumkan di sampul kasetnya. Usut punya usut, ternyata ayah saya dulu adalah musisi tepatnya pemain biola. Tapi ketika beliau mulai sibuk kerja kantoran biola kepunyaannya sering dipinjam dan lama-lama tidak kembali, jadi sebelum menikah ayah saya sudah tak bermain biola dan tak punya biola. Jadi wajar saja kalo beliau punya koleksi kaset dan selain itu juga mengoleksi buku cerita silat.

Kamis, 23 Oktober 2014

Urbansketch: Saksi Kota Itu Berbentuk Kertas

Urbansketch adalah sebuah subculture dari seni rupa yang muncul tahun 2007. Fenomena yang cukup unik karena menarik minat banyak orang terutama orang-orang yang sebenarnya kebanyakan tidak berprofesi sebagai seniman, illustrator maupun profesi lain yang berkaitan dengan menggambar.

Urbansketch diperkenalkan oleh Gabriel Campanario atau lebih dikenal dengan nama Gabi. Gabi adalah seorang berkebangsaan Spanyol yang kemudian pindah domisili karena harus bekerja di Seattle Times pada tahun 2006. Sebagai seorang pendatang , Gabi berkeinginan dan merasa harus untuk berkenalan dengan kota yang baru pertama kali didatanginya, dan medium yang digunakannya adalah livesketch yang bukan saja dilakukan di waktu senggang tetapi juga saat menjalani pekerjaannya sebagai jurnalis. Sehingga livesketch yang dilakukannya berkonsep “Jurnalistik Sketch”, sketch yang berisi informasi tentang objek sketsa dan bercerita tentang kehidupan nyata sebagaimana terjadi di hadapannya. Objek sketch masih di sekitar landmark dan kehidupan kota Seattle.

Di bawah ini adalah sketch dari Gabi, dimana dia memberikan keterangan pada beberapa objek.



Jumat, 15 November 2013

Ada Singa di Mangkunegaran

Hai blog, bagaimana kabarnya? Sudah cukup lama ya saya tidak posting, maafkan ya. :)
Ok, Sabtu tanggal 26 Oktober kemarin saya pergi ke Solo rencananya sih untuk menghadiri mantenan seorang teman. Tapi kemudian batal karena begitu tiba di Solo, hujan yang sangat lebat menyambut saya. Berteduh dan tetap kering menurut saya adalah pilihan terbaik saat itu.
Selanjutnya saya menemui teman yang punya banyak pekerjaan, geje juga ini orang. Kalo saat itu dia sedang bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket, dan setelah jam kerjanya selesai dia pindah jadi resepsionis di hotel. Bayangkan hari itu dia di minimarket dari jam 2 siang sampai 10 malam kemudian berlanjut di hotel dari jam 10 sampai jam 8 pagi. Berlanjut jam 10 kembali ke minimarket selesai jam 6, kemudian kembali ke hotel jam 10 malam. Ini orang sudah berubah jadi robot kali ya?
Jadi malam itu saya numpang tidur di hotel dan harus keluar sebelum manajer datang yaitu jam setengah 7 pagi. Minggu pagi di kota Solo itu asyik loh,  karena dua ruas jalan Slamet Riyadi digunakan untuk car free day. Bagus juga menurutku karena kulihat banyak juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang perutnya buncit memanfaatkannya untuk berjalan kaki. Mari bakar lemak ibu-ibu bapak-bapak. :) 

Dengan semangat sumpah pemuda tapi tetep ngiklan.