Kamis, 23 Oktober 2014

Urbansketch: Saksi Kota Itu Berbentuk Kertas

Urbansketch adalah sebuah subculture dari seni rupa yang muncul tahun 2007. Fenomena yang cukup unik karena menarik minat banyak orang terutama orang-orang yang sebenarnya kebanyakan tidak berprofesi sebagai seniman, illustrator maupun profesi lain yang berkaitan dengan menggambar.

Urbansketch diperkenalkan oleh Gabriel Campanario atau lebih dikenal dengan nama Gabi. Gabi adalah seorang berkebangsaan Spanyol yang kemudian pindah domisili karena harus bekerja di Seattle Times pada tahun 2006. Sebagai seorang pendatang , Gabi berkeinginan dan merasa harus untuk berkenalan dengan kota yang baru pertama kali didatanginya, dan medium yang digunakannya adalah livesketch yang bukan saja dilakukan di waktu senggang tetapi juga saat menjalani pekerjaannya sebagai jurnalis. Sehingga livesketch yang dilakukannya berkonsep “Jurnalistik Sketch”, sketch yang berisi informasi tentang objek sketsa dan bercerita tentang kehidupan nyata sebagaimana terjadi di hadapannya. Objek sketch masih di sekitar landmark dan kehidupan kota Seattle.

Di bawah ini adalah sketch dari Gabi, dimana dia memberikan keterangan pada beberapa objek.



Jumat, 15 November 2013

Ada Singa di Mangkunegaran

Hai blog, bagaimana kabarnya? Sudah cukup lama ya saya tidak posting, maafkan ya. :)
Ok, Sabtu tanggal 26 Oktober kemarin saya pergi ke Solo rencananya sih untuk menghadiri mantenan seorang teman. Tapi kemudian batal karena begitu tiba di Solo, hujan yang sangat lebat menyambut saya. Berteduh dan tetap kering menurut saya adalah pilihan terbaik saat itu.
Selanjutnya saya menemui teman yang punya banyak pekerjaan, geje juga ini orang. Kalo saat itu dia sedang bekerja sebagai kasir di sebuah minimarket, dan setelah jam kerjanya selesai dia pindah jadi resepsionis di hotel. Bayangkan hari itu dia di minimarket dari jam 2 siang sampai 10 malam kemudian berlanjut di hotel dari jam 10 sampai jam 8 pagi. Berlanjut jam 10 kembali ke minimarket selesai jam 6, kemudian kembali ke hotel jam 10 malam. Ini orang sudah berubah jadi robot kali ya?
Jadi malam itu saya numpang tidur di hotel dan harus keluar sebelum manajer datang yaitu jam setengah 7 pagi. Minggu pagi di kota Solo itu asyik loh,  karena dua ruas jalan Slamet Riyadi digunakan untuk car free day. Bagus juga menurutku karena kulihat banyak juga bapak-bapak dan ibu-ibu yang perutnya buncit memanfaatkannya untuk berjalan kaki. Mari bakar lemak ibu-ibu bapak-bapak. :) 

Dengan semangat sumpah pemuda tapi tetep ngiklan.

Jumat, 08 November 2013

Pameran Menggores Jogja

Hello blog, apa kabar? Lama ya saya tidak posting.
Bulan Oktober kemarin saya bersama-saya teman IS Jogja mengadakan pameran. Menurutku ini pameran yang bener-bener diselenggakan oleh IS Jogja, karena mulai dari ide hingga pelaksanaan memang dari IS sendiri. Berhubung banyaknya jumlah anggota di IS Jogja maka peserta pameran dibatasi, mengingat juga dengan tempatnya yang memang tidak luas.
Pameran ini mengambil tema "Menggores Jogja" yang bisa diartikan dengan merekam Jogja dalam goresan-goresan alat gambar di atas kertas hingga terkumpullah 21 karya yang cukup "waw". Mulai dari sketsa yang cukup wagu seperti sketsa saya hingga sketsa yang keren seperti karya Fauzi M, Pak Irwan ataupun Pak Teguh. Eh, tapi tunggu dulu ya. Kita pasang dulu karyanya :).
Urusan layout pameran diserahkan pada Richo, karena sarjana seni yang satu ini sudah cukup sering mengadakan pameran. Kalo pemasangan diserahkan kepada mas Hendra, kenapa? Ya karena dia paling jangkung, setelah kami sadar ternyata di situ tidak ada tangga.